Sabtu, 26 Maret 2016

Pengertian Automatic Direction Finder

Automatic Direction Finder (ADF)

Pengertian ADF
      Automatic direction finder (ADF) adalah suatu alat navigasi yang berfungsi sebagai petunjuk arah yang menunjukkan arah relatif pesawat terhadap titik tujuan di darat. ADF digunakan bersama dengan non-directional beacon (NDB) yang berbasis ditanah, instrumen menampilkan jumlah derajat searah jarum jam dari hidung pesawat ke stasiun yang diterima. ADF memiliki keuntungan bila dibandingkan dengan alat navigasi VOR dalam hal penerimaan sinyalnya tidak terbatas pada line of sight. Sinyal ADF mengikuti kelengkungan bumi. Maksimum jarak tergantung pada kekuatan NDB.
ADF (Automatic Directional Finder) menggunakan frequensi rendah sampai menengah,  dari frequensi 190 Khz sampai 1750 Khz, ADF dapat menerima dua sinyal radio, yaitu sinyal AM dan NDB (Non-Directional Beacon), pada saluran sinyal komersial disiarkan pada frekuensi 540-1260 Khz, dan jika pada NDB beroperasi pada saluran frekuensi 190-535 Khz. Beberapa pesawat terbang yang dilengkapi dengan ADF, dapat menerima sinyal frekuensi menengah mulai dari 190Khz sampai dengan 1750 Khz. 

Komponen ADF:
1. ADF Receiver, berfungsi untuk mengolah data/signal yang diterima oleh antena.
2. Control Box,  digunakan untuk menentukan frekuensi yang dituju sesuai dengan rute penerbangan.
3. Antena, berfungsi untuk mendeteksi pergerakan pesawat atau bearing dan untuk mendeteksi sinyal audio. 
4. Bearing Indicator, berfungsi untuk menampilkan bearing ke stasiun relatif terhadap hidung pesawat.

Prinsip kerja ADF
        Dalam suatu penerbangan pilot akan memilih frekuensi radio ADF berdasarkan jalur penerbangan dalam rencana penerbangan yang ditentukan sebelumnya, dan memanfaatkan tombol tuning  untuk menyetel frekuensi groundstasiun. Receiver ADF pada pesawat akan menerima sinyal yang diproyeksikan dari stasiun NDB yang ditunjukan oleh jarum (pointer) yang ada pada display indikator. Dengan demikian pilot dapat langsung menentukan arah yang akan dituju melalui arah jarum pada display indikator, dan kesalahan dalam mengambil sudut heading akan bisa dihindari. 

Operasional ADF
1. Homing 
        Bila menggunakan prosedur ini, pilot terbang ke stasiun dengan menjaga jarum bearing indicator pada 0° bila menggunakan ADF fixed-card. 



2. Bracketing
      Bracketing pada bearing magnetik ADF membutuhkan pilot untuk mengidentifikasi dengan menggunakan bearing indikator dan heading indikator. Setiap kali heading pesawat dan relatif bearing yang sama lebih dari 360°, pilot harus mengurangi 360° dari angka yang dihasilkan. pilot kemudian mengikuti sisa prosedur bracketing.


3. Tracking dari Stasiun
          Seorang pilot dapat menggunakan ADF untuk melakukan track dari stasiun dengan menggunakan prinsip-prinsip bracketing arah magnetis. 


4. Posisi Fix by ADF
          Receiver ADF dapat membantu pilot untuk memperbaiki posisi yang tepat dengan menggunakan dua atau lebih stasiun dan proses triangulasi. 




Referensi
FAA, handbook., 8083-32-AMT-airframe-vol 2,. U.S Departement Of Transportasion. 2012.
http://www.allstar.fiu.edu/aero/adf.htm
http://www.thaitechnics.com/nav/adf.html

Jumat, 11 Maret 2016

PITOT STATIC SYSTEM DAN MENGETES KEBOCORAN PADA PITOT STATIC SYSTEM

 PITOT STATIC SYSTEM
Pitot static system adalah salah satu system didalam pesawat terbang yang berfungsi untuk masuknya udara static melalui static port dan udara dinamis melalui pitot tube dan berfungsi sebagai penggerak instrument/indicator pada pesawat terbang. pitot static system terdiri dari.
  1. pitot tube untuk masuknya udara diamis dan anti iceing
  2. static port untuk masuknya udara statis
  3. ASI (air speed indicator) untuk mengukur kecepatan peswat dengan satuan knot/km/jam/mil/jam
  4. Altimeter untuk mengukur ketinggian peawat terbang terhadap sea level dengan prinsip tekanan uadara oleh aneroid selo barometer dengan satuan feet
  5. VSI (vertical speed indicator) untuk mengetahui perubahan pesawat pada saat climbing maupun descend dengan satuan feet/menit
  6. pitot drain untuk menghilangkan/ membuang sisa udara dari instrument
  7. machmeter (hanya terdapat pada pesawat jet/supersonic) sebagai pengukur kecepatan pesawat di atas kecepatan suara

gambar pitot static system

1. SYSTEM PEMANAS PADA PITOT HEAD
pitot head dilengkapi alat pemanas (pitot heater) yang terbuat dari elemen pemanas diletakan dibagian dalam dari pipa pitot. fungsinya untuk mencegah tertutupnya lubang lubang pipa pitot akibat dari pembentukan es.
 pada penunjukan indikator, jika heater bekerja normal maka lampu indikator berwana amber akan menyala, jika pitot tidak bekerja maka lampu indikator akan berwarnamerah yang menyala


2. MENGETES KEBOCORAN PADA PIPA TEKANAN PITOT DAN STATIC
Pengetesan pipa pitot digunakan suatu alat tester (pressure & vacum tester) dengan cara pengetesan khusus. jika konektor pada tester telah betul maka diberikan tekanan perlahan lahan dengan menggunakan pump pada tester tersebut sampai indikator terbaca 130 knot, setelah itu kita berhenti  
memompanya sampai indikator menjadi 125 knot untuk inspeksi sistem pitot, pipa pitot harus diperiksa apakah lubang pembuangan, lubang pitot dan lubang static tidak rusak. jika pitot dilengkapi elemen pemanas ini harus kita lihat dengan ketentuan jika elemen pemanas yang digunakan;

12volt=10-10,83A
24volt=5-5,416A

untukm pengecekan isolasi antara kawat penghantar dengan frame dari pitot head harus dilakukan pitot heater switch dalam keadaan on sampai heater panas degan menggunakan tegangan 500v, dan besar tahanan harus lebih dari 20MOhm.


Pesawat Bisa Terbang

Pesawat bisa terbang karena adanya beberapa faktor antara lain:

  • gaya lift/angkat
yaitu perbedaan tekanan udara yang lebih besar berada di bawah penampang sayap dan tekanan udara yang lebih kecil di atas penampang sayap




Hasil gambar untuk gaya trust pada pesawat oleh mesin
  • gaya thrust/dorong
yaitu gaya yang dihasilkan dari budidaya engine atau pembakaran didalam engine yang menghasilkan gaya dorong baik dari propeller maupun jet engine





  • gaya wight/berat
gaya yang berasal dari massa benda itu sendiri yang di pengaruhi oleh gaya gravitasi bumi melalui senter of gravity

  • gaya drag/hambat
yang arah aliran udara berlawanan dengan pesawat itu sendiri dan mengenai paripada pesawat itu 
sendiri

Mungkin itu yang dapat saya sampaikan. Jika terjadi kesalahan dalam materi maupun penyampaian saya mohon maaf, kritik dan saran sangat kami harapkan demi kesempurnaan. terima kasih